PENERAPAN TURUNAN PARSIAL DI BIDANG EKONOMI

April 8th, 2017

 

Pada post kali ini akan diberikan beberapa contoh bagaimana turunan parsial diterapkan dalam bidang ekonomi.

 

Menentukan permintaan marjinal

Misalkan A dan B merupakan dua buah produk yang memiliki hubungan satu sama lain dalam hal penggunaannya. Misalkan persamaan permintaan A dan B masing-masing adalah qA = f(pA,pB) dan qB = f(pA,pB), dengan pA adalah harga per unit produk A dan p adalah harga per unit produk B. Maka terdapat empat macam permintaan marjinal masing-masing produk terhadap harga, yaitu:

 

Contoh 1

Misalkan permintaan terhadap produk A dan produk B memenuhi persamaan berikut.

Tentukan permintaan marjinal A terhadap harga per unit B dan permintaan marjinal B terhadap harga per unit A ketika harga per unit A Rp 0,5 dan harga per unit B Rp 1.

 

Jawab:

qA = 200 pA-3pB-2 sehingga:

qB = 400 pA-1pB-3 sehingga:

Substitusikan pA = 0,5 dan pB = 1 ke dalam kedua turunan partial di atas, diperoleh:

Jadi, permintaan marjinal A terhadap harga per unit B adalah  -50 unit/rupiah dan permintaan marjinal B terhadap harga per unit A adalah -100 unit/rupiah.

 

Menentukan elastisitas permintaan parsial

Misalkan A dan B merupakan dua buah produk yang memiliki hubungan satu sama lain dalam hal penggunaannya, entah A dan B ini dua produk yang bersifat komplementer ataupun yang bersifat saling menggantikan (substitusi). Misalkan persamaan permintaan A dan B masing-masing adalah qA = f(pA,pB) dan qB = f(pA,pB), dengan pA adalah harga per unit produk A dan p adalah harga per unit produk B. Elastisitas harga-permintaan dan elastisitas silang-permintaan masing-masing produk didefinisikan sebagai berikut.

dengan

ηA = elastisitas harga-permintaan produk A

ηB = elastisitas harga-permintaan produk B

ηAB = elastisitas silang-permintaan produk A terhadap harga produk B

ηBA = elastisitas silang-permintaan produk B terhadap harga produk A

 

Jika ηAB > 0 dan ηBA > 0 (untuk pA dan pB tertentu) maka kedua produk tersebut saling menggantikan. Jika ηAB < 0 dan ηBA < 0 (untuk pA dan pB tertentu) maka kedua produk tersebut bersifat komplementer.

 

Contoh 2

Misalkan A dan B dua macam produk yang persamaan permintaannya, secara berturutan, adalah qA dan qB, dengan:

Apakah A dan B bersifat komplementer atau saling menggantikan?

 

Jawab:

Karena pA, pB, qA, qB > 0, memeriksa tanda aljabar ηAB dan ηBA dapat dilakukan cukup dengan memeriksa tanda aljabar masing-masing turunan parsial. Perhatikan bahwa:

Karena kedua turunan parsial tersebut negatif, kita simpulkan A dan B bersifat komplementer.

 

Tautan sementara:

Latihan Turunan Parsial

Latihan Elastisitas Permintaan

Latihan Penerapan Turunan Parsial di Bidang Ekonomi

Tagging: , , ,

Most visitors also read :



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *