TATA NAMA SENYAWA (1)

Januari 14th, 2017

Sebelum kita memberikan nama kepada suatu senyawa, kita harus menentukan terlebih dahulu komponen-komponen penyusun senyawa tersebut. Misalnya, apakah senyawa itu terdiri atas dua jenis nonlogam, apakah senyawa itu terdiri atas logam dan nonlogam, atau senyawa tersebut merupakan senyawa ion, atau yang lainnya. Tata nama senyawa yang terdiri atas sesama nonlogam berbeda dengan tata nama senyawa yang terdiri atas logam dan nonlogam, berbeda pula dengan tata nama senyawa ion, dsb.

 

Senyawa biner yang terbentuk dari antarnonlogam, termasuk metaloid

Bentuk XYn (X, Y masing-masing unsur nonlogam termasuk metaloid, n = 1, 2, 3, …)

Catatan: jika n = 1, bentuk XY ditulis sebagai XY, bukan XY1

Cara menamakannya:

[Nama unsur pertama] [angka indeks unsur kedua dalam bahasa Yunani]+[nama unsur kedua dengan akhiran ida]

 

Contoh 1

Bagaimana menamakan CO?

Jawab:

Nama unsur pertama = karbon

Angka indeks unsur kedua dalam bahasa Yunani = mono (n = 1)

Nama unsur kedua dengan akhiran ida: oksigen + ida = oksida

sehingga CO dinamakan karbon monoksida (o pada mono lebur dengan o pada oksida)

 

Contoh 2

Bagaiaman menamakan CO2?

Jawab:

Nama unsur pertama = karbon

Angka indeks unsur kedua dalam bahasa Yunani = di (n = 2)

Nama unsur kedua dengan akhiran ida: oksigen + ida = oksida

sehingga CO2 dinamakan karbon dioksida.

 

Contoh 3

Bagaimana menamakan CCl4?

Jawab:

Nama unsur pertama = karbon

Angka indeks unsur kedua dalam bahasa Yunani = tetra (n = 4)

Nama unsur kedua dengan akhiran ida: klor + ida = klorida

sehingga CCl4 dinamakan karbon tetraklorida.

 

Bentuk XmYn (X, Y masing-masing unsur nonlogam termasuk metaloid, m = 2, 3, 4, … ; n = 1, 2, 3, …)

Catatan: jika n = 1, bentuk XmY ditulis sebagai XmY, bukan XmY1

Cara menamakannya:

[angka indeks unsur pertama dalam bahasa Yunani]+[nama unsur pertama] [angka indeks unsur kedua dalam bahasa Yunani]+[nama unsur kedua dengan akhiran ida]

 

Contoh 4

Bagaimana menamakan N2O?

Jawab:

Angka indeks unsur pertama dalam bahasa Yunani = di (m = 2)

Nama unsur pertama = nitrogen

Angka indeks unsur kedua dalam bahasa Yunani = mono (n = 1)

Nama unsur kedua dengan akhiran ida: oksigen + ida = oksida

sehingga N2O dinamakan dinitrogen monoksida (o pada mono lebur dengan o pada oksida)

 

Contoh 5

Bagaimana menamakan N2O3?

 

Jawab:

Angka indeks unsur pertama dalam bahasa Yunani = di (m = 2)

Nama unsur pertama = nitrogen

Angka indeks unsur kedua dalam bahasa Yunani = tri (n = 3)

Nama unsur kedua dengan akhiran ida: oksigen + ida = oksida

sehingga N2O3 dinamakan dinitrogen trioksida

 

Contoh 6

Bagaimana menamakan P2O3?

 

Jawab:

Angka indeks unsur pertama dalam bahasa Yunani = di (m = 2)

Nama unsur pertama = fosfor

Angka indeks unsur kedua dalam bahasa Yunani = tri (n = 3)

Nama unsur kedua dengan akhiran ida: oksigen + ida = oksida

sehingga P2O3 dinamakan difosfor trioksida

 

Perkecualian-perkecualian

Pada bentuk XYn dan XmYn di atas, jika X = C (karbon) dan Y = H (hidrogen) maka tata nama pada uraian di atas tidak berlaku. Yang berlaku adalah tata nama hidrokarbon.

 

Contoh 7

CH4 tidak dinamakan karbon tetrahidroida, melainkan metana (tunduk pada tata nama alkana).

C2H6 tidak dinamakan dikarbon heksahidroida, melainkan etana (tunduk pada tata nama alkana).

 

Catatan penting lainnya

Bentuk X2On, apabila X = B, N, P, As, Sb, atau Cl:

N2O3 pada uraian di atas dinamakan dinitrogen trioksida. Namun ini bisa juga disingkat menjadi nitrogen trioksida. Ini adalah karena tidak mungkin ada indeks lain bagi N apabila atom O pada senyawa itu ada 3 buah. Demikian juga dengan P2O3, yang penamaannya dapat disingkat menjadi fosfor trioksida. Ini adalah karena tidak mungkin ada indeks lain bagi P apabila atom O pada senyawa itu ada 3 buah. Perhatikan pula penyingkatan-penyingkatan berikut.

B2O3, diboron trioksida, disingkat menjadi boron trioksida

N2O5, dinitrogen pentaoksida, disingkat menjadi nitrogen pentaoksida atau nitrogen pentoksida

P2O5, dinitrogen pentaoksida, disingkat menjadi fosfor pentaoksida atau fosfor pentoksida

As2O3, diarsen trioksida, disingkat menjadi arsen trioksida

As2O5, diarsen pentaoksida, disingkat menjadi arsen pentaoksida atau arsen pentoksida

Sb2O3, diantimon trioksida, disingkat menjadi antimon trioksida

Sb2O5, diantimon pentaoksida, disingkat menjadi antimon pentaoksida atau antimon pentoksida

Cl2O, diklor monoksida, disingkat menjadi klor monoksida

Cl2O3, diklor trioksida, disingkat menjadi klor trioksida

Cl2O5, diklor pentaoksida, disingkat menjadi klor pentaoksida atau klor pentoksida

Cl2O7, diklor heptaoksida, disingkat menjadi klor heptaoksida atau klor heptoksida

 

H2O tidak dinamakan dihidrogen monoksida dan NH3 tidak dinamakan nitrogen trihidroksida. Untuk senyawa-senyawa tertentu yang sudah umum dikenal biasanya memiliki nama tersendiri, ini dapat dilihat beberapa contohnya di post saya yang lalu.

 

(bersambung)

Tagging: ,

Most visitors also read :



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *