TATA NAMA SENYAWA (2)

Januari 15th, 2017

Penamaan Senyawa Ion

Senyawa jenis ini terbentuk dari suatu kation (ion positif) dan suatu anion (ion negatif). Kation pada umumnya berasal dari logam (contoh: Na+, Fe2+, Sn4+), sedangkan anion meliputi dua kemungkinan. Bisa jadi anion tersebut merupakan anion tunggal (contoh: Cl , O2-, Br ), bisa juga merupakan anion poliatom yang terdiri dari suatu nonlogam dengan oksigen (contoh: SO42-, MnO4, Cr2O72-)

 

Cara menamakan:

Ketentuan umum: Nama kation disebutkan/dituliskan terlebih dahulu, disusul dengan nama anionnya. Nama kation dan nama anion dapat dilihat pada tabel-tabel di bawah ini.

TABEL 1

Daftar Nama Kation

 

 

TABEL 2

Daftar Nama Anion

 

Contoh 1

Bagaimana menamakan BaCl2?

 

Jawab:

BaCl2 tersusun atas Ba2+ (ion barium) sebagai kation dan Cl (ion klorida) sebagai anion, sehingga BaCl2 dinamakan barium klorida. [Ini merupakan suatu contoh senyawa antara logam dan nonlogam.]

 

Contoh 2

Bagaimana menamakan Al2S3?

 

Jawab:

Al2S3 tersusun atas Al3+ (ion aluminium) sebagai kation dan S2- (ion sulfida) sebagai anion, sehingga Al2S3 dinamakan aluminium sulfida. [Ini pun merupakan contoh senyawa antara logam dan nonlogam.]

 

Contoh 3

Bagaimana menamakan Mg3(PO4)2?

 

Jawab:

Mg3(PO4)2 tersusun atas Mg2+ (ion magnesium) sebagai kation dan PO43- (ion fosfat) sebagai anion, sehingga Mg3(PO4)2 dinamakan magnesium fosfat. [Ini merupakan contoh senyawa ion yang terbentuk dari suatu kation dengan suatu anion poliatom.]

 

Contoh 4

Bagaimanakan menamakan NaNO3?

 

Jawab:

NaNO3 tersusun atas Na+ (ion natrium) sebagai kation dan NO3 (ion nitrat) sebagai anion, sehingga NaNO3 dinamakan natrium nitrat. [Ini pun merupakan contoh senyawa ion yang terbentuk dari suatu kation dengan suatu anion poliatom.]

 

Seperti dapat dilihat pada Tabel 1, beberapa unsur memiliki lebih dari satu macam ion. Sebagai contoh, terdapat dua macam ion timah, yaitu Sn2+ dan Sn4+. Kalau begitu, bagaimana membedakan nama bagi SnO dan SnO2? Demikian pula, terdapat dua macam ion besi, yaitu Fe2+ dan Fe3+. Bagaimana membedakan nama bagi FeO dan Fe2O3? Untuk hal seperti ini, berlaku ketentuan berikut.

 

Ketentuan khusus:

Jika suatu unsur logam memiliki lebih dari satu jenis kation maka dalam penamaan senyawa tersebut, harus diselipkan besarnya muatannya dengan angka Romawi dalam sepasang tanda kurung.

 

Contoh 5

Bagaimana nama bagi SnO dan SnO2?

 

Jawab:

Perhatikan pada Tabel 1, ternyata ada dua kemungkinan bagi ion Sn, yaitu Sn2+ dan Sn4+. Untuk menamakan SnO dan SnO2 tersebut, kita perlu mengetahui terlebih dahulu apakah pada tiap senyawa itu, ion Sn mengambil bentuk Sn2+ atau Sn4+.

Pada Tabel 2, oksigen mengambil anion dalam bentuk O2- (bermuatan 2-) sehingga Sn harus bermuatan 2+ agar terbentuk senyata yang tak bermuatan/netral (SnO tidak bermuatan.) Jadi, dalam SnO, ion Sn mengambil bentuk Sn2+. Pada SnO2, Sn bermuatan 4+ karena masing-masing O bermuatan 2- (Tabel 2). Didapatkannya Sn yang bermuatan 4+ tersebut bisa juga dengan cara seperti ini. Kita misalkan muatan Sn adalah x. Kemudian kita bentuk persamaan:

x + 2(-2) = 0 [2 = banyaknya atom O, -2 = muatan masing-masing O (Tabel 2)]

x – 4 = 0

x = 4 [Jadi, ion Sn dalam SnO2 mengambil bentuk Sn4+.]

Dengan demikian, SnO dinamakan timah (II) oksida dan SnO2 dinamakan timah (IV) oksida.

 

Contoh 6

Bagaimana nama bagi FeO dan Fe2O3?

 

Jawab:

Perhatikan pada Tabel 1, ternyata ada dua kemungkinan bagi ion Fe, yaitu Fe2+ dan Fe3+. Untuk menamakan FeO dan Fe2O3 tersebut, kita perlu mengetahui terlebih dahulu apakah pada tiap senyawa itu, ion Fe mengambil bentuk Fe2+ atau Fe3+. Untuk menentukan ion Fe dalam FeO, kita misalkan muatan Fe adalah x. Dari Tabel 2, muatan O adalah 2-. Karena FeO adalah senyawa yang netral, jumlah muatan unsur-unsur penyusunnya haruslah nol, sehingga kita bentuk persamaan:

x + (-2) = 0

x = 2 [Jadi, dalam FeO, ion Fe mengambil bentuk Fe2+.]

                Untuk menentukan ion Fe dalam Fe2O3, kita misalkan muatan Fe adalah x. Dari Tabel 2, muatan ion O adalah 2-. Karena Fe2O3 adalah senyawa yang netral, jumlah muatan unsur-unsur penyusunnya haruslah nol, sehingga kita bentuk persamaan:

2x + 3(-2) = 0 [2 = banyaknya atom Fe, 3 = banyaknya atom O, -2 = muatan ion O]

Dari sini diperoleh x = 3. Jadi, dalam Fe2O3 ion Fe mengambil bentuk Fe3+.

Dengan demikian, FeO dinamakan besi (II) oksida dan Fe2O3 dinamakan besi (III) oksida.

 

Tagging: , , , , ,

Most visitors also read :



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *