PENGARUH PAJAK TERHADAP KESEIMBANGAN PASAR

Pebruari 8th, 2017

Catatan pendahuluan:

Post ini terutama ditujukan bagi para siswa yang baru mengenal ilmu ekonomi. Asumsi yang digunakan adalah bahwa grafik permintaan maupun penawaran merupakan garis lurus. Materi ini sekaligus merupakan contoh penerapan persamaan garis dalam ekonomi dan bisnis.

 

Pajak yang dikenakan oleh pemerintah atas barang-barang yang terjual mengakibatkan kenaikan harga produk dan selanjutnya berakibat pada pergeseran harga keseimbangan pasar maupun kuantitas/jumlah barang yang diminta atau ditawarkan.

 

Contoh 1

Misalnya sebelum dikenakan pajak, permintaan dan penawaran suatu produk adalah sebagai berikut:

PD = 10 – 2Q (rupiah per unit)

PS = Q + 1 (rupiah per unit)

Kemudian pemerintah mengenakan pajak sebesar Rp 3/unit.

Tentukan:

  1. harga dan jumlah keseimbangan pasar sebelum dan sesudah pajak dikenakan.
  2. total penerimaan pajak oleh pemerintah.
  3. besar pajak yang ditanggung konsumen dan produsen.

Jawab:

Keseimbangan pasar sebelum pajak:

PD = PS

10 – 2Q = Q + 1

3Q = 9

Q = 3

Substitusikan Q = 3 ke dalam persamaan PD atau PS, maka akan diperoleh harga keseimbangan pasar sebesar Rp 4/unit. Jadi, sebelum pajak harga keseimbangan pasarnya adalah Rp 4/unit dengan jumlah keseimbangan sebanyak 3 unit.

Dengan dikenakannya pajak sebesar Rp 3/unit, fungsi penawaran akan menjadi PST = (Q + 1) + 3 = Q + 4. Untuk menentukan harga dan jumlah keseimbangan pasar yang baru, selesaikan persamaan PST = PD.

Q + 4 = 10 – 2Q

3Q = 6

Q = 2 [Bandingkan dengan Q sebelum pajak. Setelah pajak, permintaan berkurang.]

Untuk menentukan harga keseimbangan pasar yang baru, substitusikan Q = 2 tersebut ke dalam persamaan PST atau PD, akan diperoleh harga keseimbangan pasar yang baru, yaitu Rp 6/unit. Jadi, setelah pajak harga keseimbangan pasarnya adalah Rp 6/unit dengan jumlah keseimbangan sebanyak 2 unit.

 

Dengan dikenakannya pajak oleh pemerintah sebesar Rp 3/unit, jumlah yang diminta konsumen adalah Q = 2 unit, sehingga total penerimaan pajak oleh pemerintah adalah T = 2.Rp 3 = Rp 6.

 

Perhatikan bahwa pemerintah mengenakan pajak sebesar Rp 3/unit, tetapi harga di pasar hanya naik sebesar Rp 2 (= Rp 6 – Rp 4) per unitnya. Total pajak sebesar Rp 6 yang dibayarkan tersebut ditanggung oleh produsen maupun konsumen. Pajak yang ditanggung konsumen adalah 2.Rp 2 = Rp 4. Sisanya adalah pajak yang ditanggung produsen, yaitu Rp 6 – Rp 4 = Rp 2.

 

Contoh 2

Misalnya sebelum dikenakan pajak, permintaan dan penawaran suatu produk adalah sebagai berikut:

                QD = 5 – ½P

QS = P – 1

Kemudian pemerintah mengenakan pajak sebesar Rp 3/unit.

Tentukan:

  1. harga dan jumlah keseimbangan pasar sebelum dan sesudah pajak dikenakan.
  2. total penerimaan pajak oleh pemerintah.
  3. besar pajak yang ditanggung konsumen dan produsen.

 

Cara 1:

Nyatakan masing-masing persamaan di atas dalam bentuk P = f(Q), sehingga diperoleh persamaan permintaan P = 10 – 2Q dan persamaan penawaran P = Q + 1. Selanjutnya, penyelesaian dilakukan sebagaimana Contoh 1 di atas.

Cara 2: [Penyelesaian tidak dilakukan dengan mengubah persamaan ke dalam bentuk P = f(Q)]

Keseimbangan pasar sebelum pajak:

QD = QS

5 – ½P = P – 1

1½P = 6

P = 4

Substitusikan P = 4 ke dalam persamaan QD atau QS, maka akan diperoleh jumlah keseimbangan pasar sebanyak 3 unit. Jadi, sebelum pajak harga keseimbangan pasarnya adalah Rp 4/unit dengan jumlah keseimbangan sebanyak 3 unit. [Bandingkan hasil ini dengan Contoh 1; hasilnya sama!]

 

Dengan dikenakannya pajak sebesar Rp 3/unit, fungsi penawaran akan menjadi QST = (P – 3) – 1 = P – 4. Untuk menentukan harga dan jumlah keseimbangan pasar yang baru, selesaikan persamaan QST = QD.

                P – 4 = 5 – ½P

1½P = 9

P = 6

Untuk menentukan jumlah keseimbangan pasar yang baru, substitusikan P = 6 tersebut ke dalam persamaan QST atau QD, akan diperoleh jumlah keseimbangan pasar yang baru, yaitu 2 unit. Jadi, setelah pajak harga keseimbangan pasarnya adalah Rp 6/unit dengan jumlah keseimbangan sebanyak 2 unit. [Bandingkan hasil ini dengan Contoh 1; hasilnya sama!]

Untuk menjawab pertanyaan bagian b dan c, lakukan hal yang sama dengan penyelesaian Contoh 1.

Tagging: ,

Most visitors also read :



Satu tanggapan untuk “PENGARUH PAJAK TERHADAP KESEIMBANGAN PASAR”

  1. Kurang banyak contoh soal dan jawaban ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *