OKSIDA BASA DAN BASANYA

Mei 22nd, 2016

Dalam kehidupan kita sehari-hari, terdapat banyak bahan kimia yang mengandung basa. Beberapa contoh di antaranya adalah sabun mandi, cairan pembersih lantai, obat sakit lambung, dan bahan-bahan pemutih.

Basa dapat terbentuk sebagai hasil reaksi antara oksida basa dengan air, menurut reaksi:

Oksida basa + H2O   à  Basa

Oksida basa itu sendiri adalah suatu oksida logam yang dapat menghasilkan basa apabila oksida tersebut direaksikan dengan air, sedangkan basa adalah suatu senyawa yang terdiri dari satu buah atom logam dan beberapa gugus hidroksil yang banyaknya sesuai dengan valensi logam yang bersangkutan.

Sebagai contoh, reaksi menghasilkan basa Ca(OH)2 (kalsium hidroksida) dari oksida basa CaO (kalsium oksida) adalah:

                                CaO + H2O   →  Ca(OH)2

dan reaksi yang menghasilkan basa Al(OH)3 (aluminium hidroksida) dari oksida basa Al2O3 (aluminium oksida) adalah:

                                Al2O3 + 3H2O → 2 Al(OH)3

Berikut ini adalah tabel oksida basa dan basanya.

 

OKSIDA BASA BASA OKSIDA BASA BASA
Na2O NaOH Hg2O HgOH
K2O KOH HgO Hg(OH)2
Cu2O CuOH Al2O3 Al(OH)3
CuO Cu(OH)2 SnO Sn(OH)2
Ag2O AgOH SnO2 Sn(OH)4
Au2O AuOH PbO Pb(OH)2
Au2O3 Au(OH)3 Bi2O3 Bi(OH)3
MgO Mg(OH)2 Cr2O3 Cr(OH)3
CaO Ca(OH)2 MnO Mn(OH)2
SrO Sr(OH)2 FeO Fe(OH)2
BaO Ba(OH)2 CoO Co(OH)2
ZnO Zn(OH)2 Co2O3 Co(OH)3
CdO Cd(OH)2 NiO Ni(OH)2

 

Dengan demikian kalian dapat mencoba sendiri menyusun persamaan reaksi pembentukan basa dari oksida basanya seperti contoh di atas.



Most visitors also read :



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *