KLOR (CHLOR) – (3)

Desember 30th, 2016

Persenyawaan klor

 

Hidrogen klorida, HCl, adalah gas yang tidak berwarna, yang berbau sangat rangsang. Mudah sekali larut dalam air. (Dalam 1 liter air pada 00 C, 76 cm Hg, lebih dari 500 liter HCl). Klor dengan udara lengas menjadikan kabut gas hidrogen klorida.

Larutannya dalam air disebut asam klorida. Asam ini adalah asam yang sangat kuat, yang bersama-sama dengan asam sulfat dan asam nitrat termasuk dalam golongan asam yang banyak digunakan.

Semua klorida adalah garam yang penting-penting: NaCl, natrium klorida atau garam dapur; KCl, kalium klorida, baja buatan yang penting; HgCl2, raksa (II) klorida atau merkuri klorida atau sublimat; AgCl, perak klorida.

Kebanyakan di antara klorida larut dengan baik dalam air; hanya tiga saja yang sangat sukar larut, yaitu: perak klorida, AgCl; timbal klorida, PbCl2, dan raksa (I) klorida atau merkuro klorida HgCl.

Jadi, jika dicampurkan sedikit larutan perak nitrat pada larutan asam klorida atau salah satu klorida lain, maka AgCl yang tidak larut itu lalu terpisah sebagai endapan putih:

AgNO3 + NaCl → NaNO3 + AgCl ↓

                Karena terjadinya endapan semacam itu (PbCl2 dan HgCl putih juga warnanya), dapat dinyatakan adanya asam klorida atau salah satu klorida di dalam suatu larutan.

Asam klorida dapat diperoleh dari natrium klorida dan asam sulfat pekat. Jika kedua zat ini dicampurkan dengan tidak dipanaskan, terjadilah gas HCl menurut persamaan:

NaCl + H2SO4 → NaHSO4 + HCl

                Jika dipanaskan, reaksi itu berlangsung sebagai berikut:

2 NaCl + H2SO4 → Na2SO4 + 2 HCl

                Gas hidrogen klorida itu lalu dialirkan ke dalam air untuk memperoleh asam klorida.

Selain itu, gas hidrogen klorida dapat diperoleh banyak sekali dengan membiarkan hidrogen terbakar di dalam klor.

H2 + Cl2 → 2 HCl

                Pada waktu membuat NaOH dan KOH dengan jalan menguraikan larutan NaCl dan larutan KCl dengan listrik (elektrolisis), maka banyaklah sisanya berupa gas-gas kedua jenis itu.

Terjadinya kabut gas HCl di dalam udara lengas disebabkan karena terjadinya asam klorida berupa tetes yang halus-halus oleh uap air yang ada di dalam udara.

Karena sangat sedikit desakan uap air larutan HCl yang agak pekat dan karena desakan itu biasanya lebih rendah dari desakan uap air udara, maka uap air udara itu tentu akan mengembun pada tetes yang halus-halus itu , dan oleh karena itu tetes-tetes itu menjadi bertambah besar, sehingga kelihatan sebagai kabut.

 

Persenyawaan klor-oksigen

Semua oksida klor persenyawaan yang lemah, endoterm dan eksplosif. Empat di antaranya harus dipadang sebagai anhidrida asam; perhubungan oksida ini dengan asam dan nama-nama garam yang bersangkutan adalah sebagai berikut.

Klor oksida – klor oksida tidak dapat diperoleh langsung dari klor dan oksigen, gaya gabung (afinitas) klor terhadap oksigen terlalu sedikit untuk membuat persenyawaan langsung itu. Klor oksida itu dapat diperoleh dengan jalan menarik air dari asam, namun zat-zat ini tidak penting.

 

(bersambung)

 



Most visitors also read :



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *