KARBON (CARBONIUM) – (5)

Desember 1st, 2016

co2

Karbondioksida

Karbondioksida, CO2, merupakan gas yang juga tidak berwarna, dan lebih berat dari udara. Gas ini tidak dapat dibakar dan tidak dapat pula melangsungkan pembakaran. Larut dalam tingkat sedang dalam air (1 liter CO­2 larut dalam 1 liter air pada suhu 150C; dengan tekanan udara 3 atm, 3 liter CO2: botol air soda atau aerated water syphon). Kertas lakmus menjadi merah dalam larutan ini, dan dianggap bahwa di dalamnya terjadi persenyawaan H2CO3, asam karbonat. Jika dipanaskan, maka dengan segera karbondioksida itu keluar dari larutan itu.

Karbondioksida terbentuk:

1. karena pembakaran sempurna karbon atau gas CO, menurut reaksi:

C + O2 → CO2

2 CO + O2 → 2 CO2

 

2.   karena batu kapur atau gamping, CaCO3, dipanaskan pada suhu yang tinggi:

CaCO3 → CaO + CO2

Proses ini dipergunakan dalam tanur-tanur kapur untuk memperoleh kapur tohor, CaO, dan selanjutnya di tempat-tempat yang membutuhkan karbondioksida dalam jumlah besar (pabrik-pabrik soda, pabrik-pabrik asam karbonat, pabrik-pabrik pemurnian gula). Seperti juga kalsium karbonat, karbonat-karbonat lain pun terurai juga apabila dipanaskan, kecuali Na2CO3 dan K2CO3, yang sangat tahan api.

3.    Dalam jumlah sedikit, di dalam laboratorium dengan jalan mencampurkan kalsium karbonat berupa batu pualam dengan asam klorida (dalam alat Kipp), menurut reaksi:

CaCO3 + 2 HCl → CaCl2 + H2O + CO2

Setelah karbondioksida dipadatkan menjadi cair, diperdagangkan di dalam silinder-silinder baja dan dipergunakan misalnya pada waktu membuat atau mencerat minuman-minuman yang mengandung karbondioksida (air soda, limun, bir, dan lain-lain.) Jika karbondioksida yang telah dipadatkan itu dikeluarkan dengan deras dari silinder, maka karena ekspansi yang sekonyong-konyong dan cepat itu gasnya menjadi sedemikian dinginnya, sehingga menjadi zat padat (salju asam karbonat). CO2 yang padat dipergunakan untuk campuran-campuran pendingin (CO2 dan alkohol: -790 C).

 

Asam Karbonat

Asam karbonat merupakan suatu asam yang sangat lemah. Susunan garamnya adalah dua, yaitu karbonat-karbonat dan hidrokarbonat-hidrokarbonat atau bikarbonat-bikarbonat. Dari karbonat-karbonat hanyalah natrium karbonat atau soda, kalium karbonat atau soda abu dan amonium karbonat yang mudah larut dalam air. Pada umumnya bikarbonat-bikarbonat larut lebih mudah, demikian misalnya Ca(HCO3)2 dan Fe(HCO3)2 agak larut dalam air.

Jika bikarbonat-bikarbonat yang kering atau larutan bikarbonat dipanaskan, maka garam-garam itu terurai:

2 NaHCO3 → Na2CO3 + CO2 + H2O

Sebagai bahan untuk mengenal karbondioksida dipergunakan air kapur, yaitu suatu larutan kalsium hidroksida. Dalam larutan ini karbondioksida membentuk suatu endapan dari kalsium karbonat:

Ca(OH)2 + CO2 → CaCO3 + H2O

Jika lebih lama lagi dialirkan CO2 ke dalam larutan ini, maka endapan itu akan larut kembali:

CaCO3 + H2O + CO2 → Ca(HCO3)2

 

Gas Rawa (Metana)

Metana, CH4, merupakan gas yang tidak berwarna, mudah terbakar dan dengan oksigen atau udara dapat membentuk campuran-campuran gas ledak. Jika gas ini dibakar, membentuk CO2 dan H2O dengan nyala yang terang:

CH4 + 2 O2 → CO2 + 2 H2O

                Gas ini merupakan salah satu bagian dari gas-gas tanah dan gas-gas teknik (misalnya gas batu bara). Selanjutnya secara sedikit gas ini dapat dibuat menurut banyak cara.



Most visitors also read :



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *