HIDROGEN (HYDROGENIUM) – (2)

Desember 20th, 2016

Penggunaan hidrogen

Karena ringannya, hidrogen dipakai sebagai pengisi balon. Dalam industri, hidrogen banyak dipakai sebagai alat reduksi, untuk pengeras gemuk pada industri margarin dan untuk memperoleh gas amoniak pada industri baja buatan.

Nyala gas letus dipakai untuk memperoleh panas yang tinggi-tinggi, untuk melas autogen, pemotong papan-papan baja, dan sebagainya.

Mematri adalah menghubungkan dua potong logam dengan mengalirkan campuran logam yang mudah dilebur, yaitu patri, ke antara dua bagian yang akan dihubungkan itu. Berlainan dengan mematri itu, adalah melas autogen, yaitu menghubungkan dua potong logam yang serupa, dengan melebur kedua ujung yang hendak dihubungkan itu dengan tidak menggunakan logam yang lain.

Apabila nyala gas letus dipergunakan untuk memotong, maka dibanyakkan meniup oksigen ke dalam nyala itu, sehingga besi itu sebagian lebur dan sebagian terbakar. Jika kita hendak melas, kita memperbanyak hidrogen untuk menjaga, agar di tempat sambungan itu jangan terjadi oksida logam, yang mungkin menghalangi persenyawaan yang baik di antara logam yang sudah lebur itu.

Tetapi sekarang ini sudah lebih banyak dipakai orang nyala asetilen-oksigen untuk melas itu, karena lebih tinggi panasnya dan juga karena keunggulann-keunggulannya yang lain.

 

Persenyawaan hidrogen dengan oksigen

Ada dua persenyawaan hidrogen dan oksigen yang dikenal orang, yaitu air, H2O dan hidrogenperoksida, H2O2.

 

Air

Jika air berlapis tebal-tebal, biru warnanya. Kalor jenis, kalor lebur, dan kalor uap air itu besar, karena itu besar pula pengaruhnya pada iklim.

Air adalah pelarut yang baik sekali untuk banyak zat. Oleh karena itu di dalam alam tidak terdapat air murni. Jika kita menginginkan air murni, maka air yang tidak murni itu harus disuling. Jika tidak dikehendaki air murni yang benar-benar murni (sejati), maka menyuling satu kali saja sudah cukup. Untuk memperoleh air yang murni sejati, haruslah air itu disuling beberapa kali; untuk penyulingan yang terakhir digunakan alat didih dari perak atau platina yang dihubungkan dengan pipa pendingin dari perak.

Air itu besar peranannya dalam tiap-tiap industri. Jika air itu banyak mengandung zat larut, maka air itu tidak baik untuk dipakai dalam ketel uap, karena banyak menimbulkan batu ketel pada ketel itu.

Jika air itu banyak mengandung larutan persenyawaan kalsium atau magnesium, maka air itu dinamakan air sadah; air semacam ini kurang baik untuk dipakai mencuci, karena merintangi khasiat sabun yang digunakan untuk mencuci. Air sadah mudah kita kenali, karena sabun tidak akan berbusa dengan air sadah. Hanya kalau dipakai sabun yang sangat banyak, maka barulah sabun itu dapat berbusa. Air lunak adalah lawan air sadah, yaitu air yang tidak atau sedikit saja mengandung persenyawaan kalsium atau magnesium.

Dalam air laut terdapat banyak sekali larutan-larutan zat, terutama garam-garam. Air Laut India mengandung kira-kira 3,5% larutan-larutan zat, air Laut Hitam 2%, air Laut Baltik atau Timur kira-kira 0,8%, air Laut Mati lebih dari 24%.

Air laut terutama mengandung garam dapur atau natrium klorida, NaCl (lebih dari 75% dari keseluruhan), lain dari itu juga mengandung garam-garam magnesium dan kalsium: klorida, bromida, dan sulfat.

Sebagai air minum atau air saluran hanya dapat dipakai air tawar, yang galibnya perlu dibersihkan pula terlebih dahulu. Membersihkannya itu dapat dengan saringan melalui lapisan pasir murni yang tebal ataupun dengan cara kimia, misalnya dengan cara memasukkan sedikit klor ke dalam air itu ataupun dengan ozon, sehingga air itu menjadi bebas hama dan bebas daripada bagian-bagian yang menyebabkan air itu berwarna atau berbau.

 

(bersambung)

 



Most visitors also read :



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *