BESI (FERRUM) – (5)

Desember 13th, 2016

Ferrohidrokarbonat, Fe(HCO3)2

Ferrokarbonat (FeCO3) yang terdapat di beberapa tempat di tanah, larut dalam air yang mengandung CO2 dan menjadi ferrohidrokarbonat (analog dengan perubahan CaCO3 menjadi Ca(HCO3)2). Air tanah semacam itu yang mengandung besi, segera mengeluarkan endapan ferrikarbonat bersifat basa yang coklat di dalam udara:

Dengan demikian dapat diterangkan warna kuning sampai coklat dari air yang kadang-kadang keluar dari tanah itu.

 

Ferrihidroksida, besi (III) hidroksida, Fe(OH)3 terjadi sebagai endapan koloidal yang coklat, jika kita membubuhkan larutan basa ke dalam larutan garam ferri. Ferrihidroksida adalah basa yang sangat lemah; oleh sebab itu ferrikarbonat dan ferrisulfida dihidrolisis dengan sempurna oleh air, garam-garam ferri lain misalnya ferriklorida juga menunjukkan hidrolisis yang kuat dan dalam larutan kadang-kadang berwarna coklat-kuning sampai coklat karena Fe(OH)3 yang keluar. Kebanyakan garam ferri dalam larutan menjadi coklat jika dipanaskan, karena pada suhu yang lebih tinggi hidrolisis itu bertambah. Jika konsentrasi itu tidak terlalu tinggi, Fe(OH)3 itu tetap dalam larutan sebagai hidrosol yang berwarna coklat tua.

 

Ferriklorida, besi (III) klorida, FeCl3, dapat terbentuk dengan mengalirkan klor pada besi yang dipanaskan; FeCl3 ini menyublim sebagai massa yang higroskopik dan berwarna coklat. Larutan ini bereaksi asam yang kuat. Jika ke dalam larutan itu kita alirkan gas H2S, ferriklorida (seperti larutan-larutan garam ferri lain) direduksi, sedangkan belerang yang halus sekali mengendap:

2 FeCl3 + H2S → 2 FeCl2 + 2 HCl + S

Juga dengan reduktor-reduktor lain (H in statu nascendi, garam stanno, logam-logam) garam ferri dapat diubah menjadi garam ferro; demikian pula dengan logamnya sendiri:

Fe + 2 FeCl3 → 3 FeCl2

Dengan (NH4)2S terjadi dalam larutan garam ferri endapan belerang yang halus dan FeS yang hitam:

2 FeCl3 + 3 (NH4)2S → 6 NH4Cl + 2 FeS + S

 

Senyawa-senyawa kompleks dari besi

Dari besi kita mengenal bermacam-macam garam kompleks yang besinya menjadi sebagian dari ion yang negatif.

Kaliumferrosianida, K4Fe(CN)6, pada zaman dulu gas itu dibuat dari kotoran binatang-binatang, antara lain darah dipijarkan dengan besi dan garam kalium dan massa yang terdapat itu dilindikan dengan air. Persenyawaan-persenyawaan itu juga terbentuk jika garam kalium sianida, KCN, yang berlebih dimasukkan ke dalam larutan garam ferro. Endapan yang mula-mula, ferrosianida, Fe(CN)2, larut dalam KCN sampai menjadi garam kompleks K4Fe(CN)6.

Dengan garam-garam ferro, kaliumferrosianida mengadakan endapan putih (yang karena oksidasi biasanya menjadi biru muda), dengan garam-garam ferri memberikan endapan yang biru tua (biru Berlin):

K4Fe(CN)6 + 2 FeCl2 → Fe2Fe(CN)6 + 4 KCl

3 K4Fe(CN)6 + 4 FeCl3 → Fe4(Fe(CN)6)3 + 12 KCl

 

Kaliumferrisianida, K3Fe(CN)6 terjadi jika klor dialirkan ke dalam larutan kaliumferrosianida:

2 K4Fe(CN)6 + Cl2 → 2 K3Fe(CN)6 + 2 KCl

atau dalam ion-ion: 2 Fe(CN)64- + Cl2 → 2 Fe(CN)63- + 2 Cl

Kristal-kristal kaliumferrisianida itu merah, larutannya kekuning-kuningan! Dengan garam-garam ferro, kaliumferrisianida memberikan endapan yang biru tua; dengan garam-garam ferri, kaliumferrisianida memberikan larutan berwarna merah coklat:

2 K3Fe(CN)6 + 3 FeCl2 → Fe3(Fe(CN)6)2 + 6 KCl

K3Fe(CN)6 + FeCl3 → FeFe(CN)6 + 3 KCl

 



Most visitors also read :



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *