BESI (FERRUM) – (4)

Desember 7th, 2016

cat_pagar

Penggunaan Besi

Besi dalam tiga bentuk yang terutama: besi tuang, besi tempa, dan baja, adalah logam yang jauh lebih penting dalam teknik daripada logam-logam lain. Makin lama makin banyak besi dipergunakan orang, terlebih sesudah dikenal orang proses Bessemer, proses Thomas dan tanur-tanur Siemens-Martin; lagi pula karena pemakaian aliasi-aliasi besi yang senantiasa bertambah banyak untuk tujuan-tujuan yang khusus. Kekurangannya adalah bahwa besi itu mudah sekali berkarat. Untuk mencegah hal itu besi itu diliputi lapisan cat (di kapal, pagar besi, dan sebagainya) atau lapisan yang tipis dari logam lain.

Kaleng adalah besi yang dilapisi timah dengan mencelupkan besi itu ke dalam timah yang lebur. Kalau kita hendak memperbaiki rupanya, maka dengan jalan elektrolisis logam itu dilapisi nikel atau krom yang tipis yang dapat melindungi besi itu. Tetapi sekarang senantiasa lebih banyak dipakai aliasi besi yang tidak berkarat, yang dapat dipoles baik dan yang tetap kilaunya.

 

Persenyawaan-persenyawaan besi

Besi dapat membentuk dua deretan garam, garam ferro (bervalensi 2) dan garam ferri (bervalensi 3). Garam-garam ferro dalam larutannya hampir tidak berwarna (Fe2+ sangat hijau muda), garam-garam ferri dalam larutannya kuning sampai coklat (Fe3+ itu kuning).

Ferrohidroksida atau besi (II) hidroksida, Fe(OH)2, terbentuk dari larutan garam ferro dengan basa sebagai endapan putih yang bersifat koloid, yang karena oksidasi mula-mula kehijau-hijauan dan jika oksidasi diteruskan, lambat laun berubah menjadi ferrihidroksida yang coklat.

FeSO4 + 2 KOH → Fe(OH)2 + K2SO4

4 Fe(OH)2 + 2 H2O + O2 → 4 Fe(OH)3

Ferrosulfat, besi (II) sulfat, Fe(SO)4, dapat dibuat dari besi (besi sampah) yang dilarutkan ke dalam asam sulfat encer. Garamnya yang hijau agak mudah dioksidasi menjadi ferrisulfat (besi (III) sulfat) bersifat basa yang coklat dan tidak larut.

4 FeSO4 + O2 + 2 H2O → 4 Fe(OH)SO4

Terlebih dalam larutan proses ini agak cepat. Oleh karena itu larutan ferrosulfat sukar disimpan. Untuk mencegah oksidasi itu, kita tambahkan sedikit asam sulfat dan potongan-potongan besi ke dalam larutan itu. Selama potongan-potongan besi ini masih ada, masih ada pengeluaran hidrogen, ion-ion ferro tidak berubah menjadi ion-ion ferri. Kristal-kristal garam rangkap (NH4)2SO4.FeSO4.6H2O, disebut garam Mohr, lebih tahan oksidasi daripada ferrosulfat sendiri.

Gas NO mudah larut di dalam larutan FeSO4 dan menyebabkan warna coklat tua kepada larutan itu karena terjadinya ion kompleks Fe(NO)2+. Hal ini juga terjadi pada reaksi cincin tengguli dari asam nitrat.

Ferrosulfat dipakai sebagai bahan betsa, tetapi terutama pada pembuatan tinta tulis hitam yang biasa. Susunan tinta ini berdasarkan larutan asam gallat (asam organik) yang membentuk larutan pekat yang hitam dengan garam ferri. Karena larutan ferrosulfat dan larutan asam gallat ini dicampur, maka zat cair ini tetap jernih selama ferrosulfat tidak dioksidasi menjadi ferri. Supaya tinta ini sebelum dipakai menulis tetap cair, maka oksidasi harus dicegah dengan memberikan asam sulfat sedikit, yang berfungsi sebagai katalisator negatif dalam oksidasi ini. Supaya waktu menulis tulisan itu dapat dibaca, ke dalam larutan yang hampir tidak berwarna ini ditambahkan sedikit zat warna anilin yang biru. Jika tinta itu dituliskan, larutan asam sulfat yang sedikit itu dinetralkan oleh bahan-bahan pengisi bersifat basa yang selalu ada di dalam kertas, sehingga asam sulfat ini tidak dapat mencegah oksidasi lagi. Lalu terjadi garam ferri yang dengan asam gallat membentuk endapan yang tidak larut, yang dihisap oleh kertas. Jenis-jenis tinta yang lain terutama berdasarkan pemakaian zat warna anilin.



Most visitors also read :



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *